Fenomena Super Blue Moon dan Gerhana Bulan Total 2018

Tanggal 31 Januari 2018 lalu, menjadi hari yang memiliki banyak peristiwa yang terjadi di belahan bumi khususnya di Indonesia. Karena seperti yang kita ketahui bersama, tanggal ini merupakan tanggal kelahiran Nahdlatul Ulama’ (NU), dan untuk tahun 2018 ini diperingati yang ke 92.

Namun, jika diamati lebih jauh, berita ini sedikit tenggelam karena adanya fenomena alam yang sangat jarang sekali terjadi yaitu gerhana bulan, super moon dan blue moon. Mengapa terbilang langka ? kalau untuk gerhananya saja memang bisa terjadi dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama. Tetapi untuk ketiga fenomena ini terjadi bersamaan, memang jangka waktu terjadinya sangat lama sekali.

Menurut banyaknya penuturan, kita sebut saja fenomena Super Blue Moon ini terakhir terjadi pada tahun 1886 yaitu sekitar 152 tahun yang lalu. Siklus ratusan tahun ini baru akan kita lihat sekitar 100 tahun lagi jika masih dikehendaki oleh Allah. Jadi banyak yang tidak melewatkan untuk kesempatan melihat keindahan alam ini.

Kalau untuk waktu terjadinya gerhana, pasti sudah banyak sekali yang share informasi tersebut. Saya di sini cuma mau membagikan hikmah apa sih yang bisa diambil dari terjadinya gerhana ? kapan perintah sholat gerhana pertama kali? pasti banyak yang belum mengetahui asal usulnya.

Menurut sejarah, sholat gerhana terjadi pertama kali pada tahun 2H yaitu gerhana bulan dan pada tahun 5H baru terjadi gerhana matahari. Nah, pada tahun 5H tersebut, bertepatan dengan wafanya putra Nabi Muhammad SAW yang bernama Ibrahim. Banyak yang mengklaim bahwa fenomena ini merupakan wujud dari kesedihana matahari atas wafatnya Ibrahim.

Hal ini langsung ditampik oleh Rasulullah SAW pada haditsnya yang diriwayatkan oleh Imam bukhori dan imam muslim,

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ، لاَيَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ، فَإِذَا رَأَيْتُم ذَلِكَ، فَادْعُوا اللَّهَ، وَكَبِّرُوْا، وَصَلُّوْا، وَتَصَدَّقُوْا ثُمَّ قَالَ : يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ، وَاللَّهِ مَامِن أَحَدٍ أَغْيَرُ مِنْ اللَّهِ أَنْ يَزْنِيَ عَبْدُهُ أَوْ تَزْنِيَ أَمَتُهُ، يَاأُمَّةَ مُحَمَّدٍ لَوْ تَعْلَمُوْنَ مَاأَعْلَمُ، لَضَحِكْتُمْ قَلِيْلاً، وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيْرً

“Sesungguhnya matahari dan bulan itu merupakan dua (tanda) dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang dan tidak juga karena kehidupan seseorang. Oleh karena itu, jika kalian melihat hal tersebut maka hendaklah kalian berdo’a kepada Allah, bertakbir, shalat dan bersedekah”

Jadi hikmah yang bisa diambil dari fenomena gerhana intinya adalah menunjukkan kebesaran Allah. Bahwa matahari dan bulan yang pada saat itu masih banyak disembah oleh masyarakat pada saat itu, masih memiliki kekurangan. Sehingga hanya Allah yang wajib disembah karena Allah dzat yang paling sempurna.

Wallahu a’lam…

Fenomena Super Blue Moon dan Gerhana Bulan Total 2018 | iniputri | 4.5

Leave a Reply