Kumpulan Puisi Chairil Anwar Paling Lengkap UPDATE !!

Kumpulan Puisi Chairil Anwar – nama Chairil Anwar mungkin tidak asing bagi sobat, tetapi pasti masih banyak yang belum mengetahui biografi dan latar belakang dari sosok yang satu ini. Tetapi kali ini kita akan membahas secara lengkap mengenai biografi, kehidupan dan beberapa karya kumpulan puisi chairil anwar yang telah banyak dikenal masyarakat.

Chairil Anwar, lahir di Medan Sumatra Utara pada tahun 1922. Kumpulan puisi chairil anwar meninggal pada usia yang masih sangat muda yaitu 26 tahun tepatnya pada tanggal 28 April 1949 di Jakarta. Kumpulan puisi chairil anwar adalah seorang penyair terkemuka yang banyak menghasilkan karya sastra yang kini sangat kita nikmati keindahannya.

Kumpulan puisi chairil anwar diperkirakan telah menulis sebanyak 96 karya yang di dalamnya sudah termasuk puisi terkenal karya beliau. Kumpulan puisi Chairil Anwar dijuluki sebagai ‘Si Binatang Jalang’ pada karya puisinya yang berjudul ‘Aku’. Entah kenapa julukan itu disematkan kepada beliau namun mungkin karena karya fenomenal yang telah dihasilkannya.

Kumpulan Puisi Chairil Anwar Paling Lengkap UPDATE !!

Kumpulan Puisi Chairil Anwar

Kumpulan Puisi Chairil Anwar

Tetapi, setelah membaca beberapa Kumpulan Puisi Chairil Anwar di bawah ini nanti, sobat pasti sudah bisa menebak apa alasan dari julukan yang disebutkan di atas. Iya, puisi yang berjudul ‘Aku’ adalah salah satu kumpulan puisi chairil anwar yang terkenal dan banyak dikagumi publik. Sehingga sebutan ‘binatang jalang’ juga diambil dari penggalan bait puisi ini.

Karya terkenal dari Kumpulan Puisi Chairil Anwar mulai dikenal oleh publik pada tahun 1942 karena tulisannya dimuat pada majalan Nisan. Ketika waktu itu, usianya baru menginjak 20 tahun. Beberapa kumpulan puisi chairil anwar bahkan hampir semua karyanya merujuk kepada kematian. Mungkin ini sudha menjadi isyarat akhir usianya pada yang berakhir pada angka 26.

Belum lama menikmati kesuksesan berkat kumpulan puisi chairil anwar yang ditulisnya, beberapa tahun setelah beliau menikah dan dikaruniai seorang putri, kumpulan puisi chairil anwar akhirnya meninggal dunia di sebuah rumah sakit di jakarta. Dikabarkan karena sakit dan berakhir pula karya-karya indah dari puisi chairil anwar yang telah ditulisnya.

Kumpulan Puisi Chairil Anwar

—–

AKU
Oleh Chairil Anwar

Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih perih
Dan aku akan lebih tidak perduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi

—–

DERAI DERAI CEMARA
Oleh Charil Anwar

Cemara menderai sampai jauh
terasa hari akan jadi malam
ada beberapa dahan di tingkap merapuh
dipukul angin yang terpendam

Aku sekarang orangnya bisa tahan
sudah berapa waktu bukan kanak lagi
tapi dulu memang ada suatu bahan
yang bukan dasar perhitungan kini

Hidup hanya menunda kekalahan
tambah terasing dari cinta sekolah rendah
dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan
sebelum pada akhirnya kita menyerah

—–

RUMAHKU
Oleh Chairil Anwar

Rumahku dari unggun-unggun sajak
Kaca jernih dari segala nampak

Kulari dari gedung lebar halaman
Aku tersesat tak dapat jalan

Kemah kudirikan ketika senjakala
Dipagi terbang entah kemana

Rumahku dari unggun-unggun sajak
Disini aku berbini dan beranak

Rasanya lama lagi, tapi datangnya datang
Aku tidak lagi meraih petang
Biar berleleran kata manis madu
jika menagih yang satu

—–

SENJA DI PELABUHAN KECIL
Buat Sri Ajati
Oleh Chairil Anwar

Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut

Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.

Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap

—–

CINTAKU JAUH DI PULAU
Oleh Khairil Anwar

Cintaku jauh di pulau,
gadis manis, sekarang iseng sendiri

Perahu melancar, bulan memancar,
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar.
angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak ‘kan sampai padanya.

Di air yang tenang, di angin mendayu,
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
“Tujukan perahu ke pangkuanku saja,”

Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh!
Perahu yang bersama ‘kan merapuh!
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!

Manisku jauh di pulau,
kalau ‘ku mati, dia mati iseng sendiri.

Demikian tadi beberapa Kumpulan Puisi Chairil Anwar yang kami sampaikan. Bisa sobat nikmati karya-karya tersebut yang memiliki nilai estetika yang sangat tinggi. Meskipun penulisnya sudah tidak ada, tetapi karya-karya beliau tetap hidup hingga akhir masa dan selalu terkenang di sanubari para penggemarnya. Semoga bermanfaat ^6^

Jangan lupa untuk selalu mengunjungi katakate.com karena akan banyak lagi artikel tentang Kata Mutiara Terbaru dan kumpulan puisi dari karya-karya penulis terkenal dari berbagai versi yang tentunya sayang untuk sobat lewatkan.

Yukk baca artikel lainnya yang lagi ngetrend :

Kumpulan Puisi Chairil Anwar Paling Lengkap UPDATE !! | jeleeg | 4.5

Leave a Reply