Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Jawa || Colo Muria

Assalamu’alaikum Warohmatulloh ..

Seperti yang sobat ketahui semua, belakangan postingan saya memang cukup melenceng jauh dari tema awal Bilikata yaitu mengupas tentang berbagai jenis kata mutiara, kata cinta dan bala-bala lainnya. Namun, seiring berjalannya jam tangan saya (hahaha) ternyata bahasan tentang kata mutiara ini tidak banyak dan saya juga memiliki waktu yang kurang untuk mencurahkan perhatian saya sepenuhnya kepada web ini.

Untuk itu, untuk kelangsungan web ini saya putuskan untuk kembali menulis dengan tanpa tema. Sesuai kondisi, sesuai mood dan sesuai apa yang saya ingin ungkapkan. Mohon maaf jika sobat pembaca tidak berkenan dengan hal ini.

Oke kita langsung ke bahasan sesuai judul yang ada di atas ..

Isra’ Mi’raj menjadi salah satu momen besar yang sangat dihormati oleh seluruh umat muslim di seluruh dunia. Karena peristiwa ini terjadi untuk menghibur Nabi Muhammad SAW yang tengah berduka karena ditinggal untuk selamanya oleh dua orang kesayangan beliau, yaitu istri beliau Khadijah dan paman beliau Abu Tholib.

Untuk itu, Gusti Allah SWT mengutus malaikat jibril untuk menghibur beliau dengan mengajak “jalan-jalan” menggunakan kendaraan yang bernama buroq. Menurut banyak cerita dari guru-guru, buroq ini dapat mengantarkan pada tujuan hanya dalam satu kali kedipan mata, jadi cepat sekali.

Nah, Nabi Muhammad dan Malaikat Jibril melakukan perjalanan yang pertama yaitu dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsha di Palestina (yang seperti kita ketahui bersama bahwa masjid ini menjadi rebutan antara umat Islam dan kaum Yahudi, dan mau dihancurkan) Maka seluruh umat islam menentang hal tersebut sebab Masjidil Aqsha adalah bukti sejarah dari peristiwa Isra’, iya perjalanan Nabi tersebut dinamakan Isra’.

Selanjutnya, sampai di Masjidil Aqsha Nabi sholat dua roka’at kemudian menunggangi buroq lagi untuk melanjutkan perjalanan yaitu naik ke langit lapisan ke 7 bertemu dengan dzat Allah. Ini yang dinamakan dengan Mi’raj.

Pastinya, Allah memiliki maksud dan tujuan menyuruh Malaikat Jibril untuk membawa Nabi Muhammad melakukan perjalanan tersebut, selain untuk menghibur, juga untuk memberikan satu perintah baru yaitu Sholat. Sholat adalah “oleh-oleh” dari peristiwa Isra’ Mi’raj yang diwajibkan adalah 5 waktu dengan jumlah 17 rakaat.

Peristiwa ini terjadi pada tanggal 27 Rajab sehingga pada tanggal tersebut setiap tahunnya, selalu diperingati oleh berbagai kalangan muslim dengan cara yang berbeda-beda. Ada yang melaksanakan pengajian, sholawatan bersama ada juga yang selamatan atau bancakan dalam bahasa Jawanya.

Di Jawa sendiri, tradisi bancakan atau selamatan memang sangat lumrah dilakukan. Setiap ada momen tertentu seperti ada hajat atau peringatan lain seperti isra’ mi’raj, pasti di masjid-masjid atau mushola banyak yang melakukan hal ini, karena sebaai wujud syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat yang sudah diberikan dan terima selama ini.

Semoga kita selalu menjadi umat yang taat dan patuh pada semua perintah dan menjauhi laranganNya. Aamin..

Wassaamu’alaikum

Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Jawa || Colo Muria | iniputri | 4.5

Leave a Reply