Belajar Mengikhlaskan

Kata Ikhlas, mungkin kalau diucapakan secara langsung terasa mudah dan ringan. Tapi untuk aktualisasinya ? Uuuhhhh butuh proses dan latihan yang tidak sebentar. Karena kalau menyangkut dengan hati, tidak ada yang bisa dipaksakan, dipercepat, diperlambat, sebab semua itu berjalan sesuai alur yang sudah ditentukan.

Misalkan saja, ketika membina suatu hubungan yang sudah menjadi relationship goals dari banyak orang, tapi di sisi lain ada masalah yang tidak bisa dihadapi satu sama lain. Entah harus LDR, harus fokus dengan sekolah atau pekerjaan terlebih dahulu, atau mungkin yang lebih ekstrimnya tidak mendapat restu orang tua.

Satu hal yang perlu saya garis bawahi di sini dan saya kutip dari salah satu penulis terkenal di Indonesia, “Cinta bukan berarti harus memiliki, namun salah satu tanda Cinta pun harus berani mengikhlaskan”.

Awalnya memang tidak mudah. Saya lebih senang menggunakan kata “tidak mudah” dari pada “sulit” karena energi positif yang ada pada kata terakhir yaitu “mudah” lebih akan memberi dampak positif secara alam bawah sadar kepada pembacanya dari pada kata “sulit” yang memang stagnan seperti itu saja.

Kunci lain yang harus dipegang, yakinlah pada janji Allah bahwa jodohmu tidak akan tertukar. Keyakinan yang kuat bahwa janji Allah tidak akan pernah diingkari, membuat kita selalu optimis dalam menjalani kehidupan ini. Meskipun secara dhohir, kita sendiri.. Tetapi Allah selalu menemani langkah kita.

Berbaik sangka selalu kepada Allah, akan menanamkan kepercayaan yang kuat pada diri sendiri untuk kita hari ini dan kedepannya. Intinya sih jangan pesimis, jangan malu, jangan iri kalau kita belum bisa seperti mereka yang sudah memiliki pasangan.

Karena janji Allah, yang sangat aku percayai.. Bahwa semua akan indah pada waktu dan ketetapan-Nya. Aamin …

Belajar Mengikhlaskan | iniputri | 4.5

Leave a Reply